Perkembangan Peserta Didik

 Perkembangan Individu


Ditulis Oleh:
Kurnia Dwi Melvia
PGSD B/3 2203011059

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya jumlah dan ukuran sel dalam tubuh. Jaringan dan organ tubuh juga semakin besar atau meningkat. Pertumbuhan individu merupakan perubahan fisik yang terjadi dan dapat diukur melalui angka. Contohnya tinggi badan, dan berat badan. Pertumbuhan juga tidak dapat kembali ke keadaan yang sebelumnya.
Perkembangan adalah proses dari sel-sel tubuh menuju kedewasaan. Dimulai dari kematangan fisik, perubahan kecakapan, emosi dan pikiran. Namun, perkembangan tidak dapat diukur dengan angka seperti pertumbuhan.

Prinsip-Prinsip Perkembangan
Beberapa prinsip perkembangan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Sebagai Proses "menjadi"
Pertumbuhan dan perkembangan pada setiap individu selalu berproses untuk "menjadi". Dengan demikian, individu sebagai suatu organisme merupakan sistem yang hidup dan sistem terbuka karena selalu mengalami perubahan dan kemajuan.

2. Perpaduan Antara Dorongan Mempertahankan Diri dan Mengembangkan Diri
Dorongan untuk mempertahankan diri berpadu dengan dorongan mengembangkan diri. Artinya, sesuatu yang sudah dicapai seseorang berkat perkembangan dirinya, akan selalu dipertahankan kemudian dijadikan modal dasar untuk perkembangan selanjutnya.

3. Perkembangan Merupakan Proses Yang Tidak Pernah Berhenti (Never Ending Process)
Proses dapat diartikan sebagai tuntutan perubahan yang terjadi dalam perkembangan. Menurut Hurlock (1991), proses perkembangan berlangsung secara berkelanjutan dan berhenti ketika jiwa terpisah dengan raga. Perubahan selalu terjadi dalam setiap individu baik itu yang bersifat biologis atau psikologis. Selain itu, perkembangan terjadi pada setiap individu dipengaruhi oleh lingkungan.

4. Semua Aspek Perkembangan Saling Mempengaruhi
Setiap aspek perkembangan individu, seperti fisik, emosi, pemikiran, dan sosial saling mempengaruhi satu sama lain atau saling berhubungan. Jika pertumbuhan fisik seorang individu mengalami gangguan, perkembangan aspek lainnya juga akan mengalami gangguan. Contohnya, seorang anak yang sering sakit-sakitan dapat menyebabkan kecerdasannya kurang berkembang dan mengalami gangguan emosional.

5. Perkembangan Mengikuti Pola Tertentu
Perkembangan individu mengikuti pola tertentu, misalnya pola-pola teratur dari perkembangan fisik, motorik, bicara, dan intelektual. Jadi, perkembangan menyebar ke seluruh tubuh dari kepala sampai kaki.

6. Perkembangan Akan Mengikuti Pola Yang Berlaku Umum
Perkembangan individu akan mengikuti pola yang berlaku umum jika kondisi lingkungan yang mendukung. Contohnya, bayi akan merangkak terlebih dahulu sebelum berjalan.

7. Perkembangan Terjadi Pada Tempo Yang Berlainan
Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan fisik dan mental yang berbeda-beda, ada yang cepat ada yang lambat. Misalnya, otak mencapai bentuk ukuran sempurna pada umur 6-8 tahun.

8. Setiap Fase Perkembangan Mempunyai Ciri Khas
Setiap tahapan perkembangan mempunyai pola perilaku yang khas. Misalnya, ada seorang anak dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik penyesuaian pribadi atau sosial. Sebaliknya, ada seorang anak mengalami kesulitan dalam penyesuaian lingkungannya sehingga penyesuaian pribadi dan sosial menjadi buruk.

Teori-Teori Perkembangan
1. Teori Perkembangan Psikoanalisis
Di bagian ini yang menjadi fokus adalah teori perkembangan psikoseksual dari Freud dan teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Masing-masing merupakan stage theory yang memahami perkembangan anak melalui periode-periode kehidupan yang berbeda. Masing-masing teori menunjukkan, bahwa berbagai pengalaman anak selama tahap-tahap awal dapat mempengaruhi kehidupan emosional serta sosial anak pada masa tersebut dan masa sesudahnya.

2. Teori Perkembangan Behavioral (Behavioral Child Development Theories oleh John B. Watson dan B.F. Skinner)
John B. Watson dalam teorinya berpendapat, bahwa pendekatan ilmiah dalam perkembangan harus berfokus hanya pada perilaku yang bisa diamati, bukan seperti pemikiran, fantasi, dan gambaran mental yang lain. Sementara B.F Skinner dalam teori perkembangan behavioral mengenalkan konsep penguatan (reinforcement). Hal-hal yang memperkuat adalah stimulus yang meningkatkan frekuensi perilaku yang anak ikuti.

3. Teori Perkembangan Kognitif Piaget (Piaget’s Cognitive Developmental Theory)
Teori Kognitif Piaget menjelaskan bahwa perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem saraf. Dengan semakin bertambahnya umur seseorang, maka semakin kompleks pula susunan sel sarafnya dan semakin meningkat pula kemampuannya.

Tahap-Tahap Perkembangan

    Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, ada beberapa tahapan manusia dapat tumbuh dari berupa embrio hingga menjadi manusia dewasa.
1. Embrionik
Fase embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan embrio pada saat masa kehamilan hingga melahirkan. Pada fase ini embrio berkembang di dalam kandungan dengan bertambah ukuran dan berat, dan mulai munculnya organ-organ tubuh. 

2. Pascaembrionik (Bayi)
Pascaembrionik adalah proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi seteah lahir. Pada fase ini, organ-organ tubuh pada bayi sudah mulai dapat bekerja, walaupun belum maksimal.Otot dan saraf mulai berkembang dan membentuk kesadaran awal. Alat gerak mulai digunakan.

3. Masa Kanak-Kanak Awal
Masa kanak-kanak awal disebut juga sebagai pra sekolah yakni usia 5 hingga 6 tahun, teman-teman. Dalam tahap pertumbuhsan manusia ini, manusia akan belajar melakukan banyak hal sendiri.

4. Masa Kanak-Kanak Tengah dan Akhir
Masa kanak-kanak tengah dan akhir merupakan masa pertumbuhan yang berlangsung pada umur 6-11 tahun. 

5. Masa Remaja
Pada masa remaja, manusia sudah mengalami perkembangan organ-organ reproduksi dan mengalami pubertas. Selain itu, perubahan fisik yang membedakan antara laki-laki dan perempuan semakin terlihat.

6. Masa Dewasa Muda
Masa dewasa muda umumnya akan berlangsung sekitar usia 19-40 tahun. Dalam tahap ini manusia telah mencapai kematangan berbagai aspek. Masa dewasa ditandai dengan berhentinya pertumbuhan fisik pada manusia

7. Masa Dewasa Tengah
Masa dewasa tengah adalah tahap pertumbuhan manusia yang terjadi di usia 40-60 tahun, teman-teman. Di masa dewasa tengah ini, kondisi manusia tidak begitu prima seperti masa sebelumnya. Tingkat berpikir dan kematangan mental sudah jauh berkembang dibandingkan.

8. Masa Tua (Manula)
Jika pada masa dewasa pertumbuhan berhenti, pada masa tua organ-organ tubuh mengalami penurunan fisiologis. Hal-hal yang bisa dilakukan saat usia muda, sudah tidak bisa dilakukan pada masa ini. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Seorang anak baik laki – laki maupun perempuan akan mewarisi genetik dari orang tuanya. Misal, bentuk dan warna rambut, warna mata, bentuk tubuh, warna kulit dan lain sebagainya.

2. Faktor Hormon
Di dalam tubuh manusia mempunyai beragam hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh dan masing-masing mempunyai fungsi sendiri. Selain itu, hormon yang ada didalam tubuh juga mendukung proses pertumbuhan serta perkembangan.

3. Faktor Gizi
Faktor gizi yang dikonsumsi seperti makanan dan minuman akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan manusia. Pada saat masa-masa pertumbuhan, tubuh kita akan memerlukan banyak protein. Sedangkan air dan makanan yang dikonsumsi juga akan membantu tubuh memproduksi energi terbentuknya sel-sel tubuh. Aktifitas sehari-hari yang kita lakukan juga turut berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan manusia.

4. Faktor Lingkungan
Peran lingkungan dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia akan memberi dampak positif seperti cara mengatur emosi saat bersosialisasai, adanya dukungan kemajuan teknologi, rumah tangga serta perekonomian

5. Olahraga atau Kesehatan
Olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kekuatan otot dan tulang saat berolahraga akan tumbuh dengan baik, serta sistem imun didalam tubuh dapat terhindar dari penyakit.

6. Faktor Pendidikan
Untuk menunjang perkembangan manusia, peran pendidikan sangat penting. Pendidikan akan memberikan efek positif bagi emosional, intelektual, kesehatan mental dan aktivitas sosial lainnya. Selain itu, pendidikan juga menjadi wadah untuk membimbing proses kedewasaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Emosi

Perkembangan Fisik

Perkembangan Kognitif